Peluang Karier di Dunia Data

 Peluang Karier di Dunia Data

dos:ea2eb27600582b78558521dc655d39c420230830133300.jpeg

Ya!  Tidak terasa Anda hampir menyelesaikan perjalanan yang cukup panjang. Pada modul ini, Anda akan diajak mencari peluang di dunia  data  science mulai dari mengeksplorasi posisi  data scientist  hingga membuat  portofolio  untuk menambah pengalaman. Sebelum membahas materi inti, ada beberapa hal yang perlu dijawab. 

  • Apakah Anda telah memiliki akun LinkedIn? 
  • Apabila belum, apakah Anda siap untuk memasak pada latihan di modul ini? 
  • Jika sudah memiliki LinkedIn, apakah Anda siap untuk meng-update akun  Anda secara berkala? 

Yuk,  kita langsung simak pembelajaran modul ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.  Sumangaik!


Pekerjaan yang Semakin Diminati

Apakah Anda sadar bahwa terjadi perubahan yang cukup besar terkait minat seseorang dalam mencari pekerjaan di bidang teknologi? Hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh segmentasi pasar yang berbeda setiap waktunya, apalagi saat pandemi berlangsung. Mari kita ambil contoh. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, sebagian besar orang-orang lebih memilih untuk kerja kantoran, berkolaborasi dengan rekan kerja langsung ( on site ), kerja langsung di lapangan, dll. 

Namun, saat pandemi sedang berlangsung, penggunaan teknologi pun akan terjadi karena banyak orang yang bekerja dari rumah. Selain itu, kebutuhan  data  saat itu semakin meningkat, bahkan hingga saat ini. Hal tersebut menjadi salah satu faktor pekerjaan yang diminati dapat berubah-ubah.

Dilaporkan dari  LinkedIn Jobs on the Rise 2023 , berikut merupakan tiga pekerjaan yang paling diminati.

  1. Content Planner
    Seorang perencana konten bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengelola konten secara keseluruhan sesuai dengan strategi pemasaran yang ditentukan.
    • Keahlian: copywriting strategi konten, dan pemasaran media sosial.
    • Tingkat pendidikan: 85,11% untuk gelar sarjana dan 10,64% gelar master atau lebih tinggi.
  1. Data Science Specialist
    Mengumpulkan dan menganalisis  data  dalam jumlah besar, lalu mengubahnya menjadi wawasan yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis.
    • Keterampilan:  ilmu data , bahasa pemrograman Python, dan  pembelajaran mesin .
    • Tingkat pendidikan: 77,63% untuk gelar sarjana dan 15,79% gelar master atau lebih tinggi.
  1. Talent Acquisition Specialist
    Seorang spesialis talent acquisition yang bertanggung jawab untuk mencari, mengidentifikasi, dan merekrut karyawan baru sesuai peran dan kebutuhan bisnis.
    • Keahlian: wawancara, wawancara,  branding perusahaan.
    • Tingkat pendidikan: 85,71% untuk gelar sarjana dan 9,52% gelar master atau lebih tinggi.

Dari urutan di atas, kebutuhan akan  data  science spesialis berada di urutan kedua pekerjaan yang paling diminati, hanya saja keberadaan  data scientist  masih timpang dengan permintaan yang ada di lapangan, salah satunya disebabkan karena kurangnya literasi masyarakat terkait  big data . Nah, apakah Anda akan menjadi salah satu bagian dari keluarga data scientist? Anda dapat menentukan penjelasannya setelah menyelesaikan kelas ini secara penuh.


Eksplorasi Ilmu Data di Indonesia

Dalam modul sebelumnya, Anda telah dikenalkan dengan beberapa aspek yang mendukung  ilmu data  , seperti  ilmu data dasar , analisis data, dan  pembelajaran mesin . Pengenalan bidang-bidang tersebut bertujuan untuk mengajak Anda mengeksplorasi dan mengetahui bahwa dengan mempelajari ilmu data science, tidak serta merta hanya untuk menjadi  data scientist .

dos:bebc6032e63037586a4f5d09a29bbdbf20230830133259.jpeg

Seperti yang Anda lihat pada gambar di atas,  ilmu data  terdiri dari beberapa bagian, yaitu  ilmuwan data  itu sendiri, intelijen bisnis,  insinyur pembelajaran mesin  , administrator basis data, insinyur data, dan  analis data . Sungguh beragam, bukan?

Pada pembelajaran ini, Anda hanya akan dikenalkan pada tiga posisi yang sering kali masyarakat luas masih bingung terkait  role  ini, yaitu  data  analis,  data scientist , dan data engineer.

Mari kita kenali terlebih dahulu perbedaan ketiganya yang terlihat serupa, tetapi ternyata  tak  sama.

Peran

Deskripsi

Kemampuan

Analis Data

Data  Analyst bertanggung jawab untuk menganalisis, memvisualisasikan, dan mengambil kesimpulan dari data.

Profesi ini mengharuskan seseorang untuk bisa berhadapan langsung dengan banyak  data . Selain itu, seorang  data analis  juga dituntut dapat mencari berbagai wawasan untuk memajukan bisnis maupun perusahaan.

Spreadsheet, Google Analytics, SQL, dan Alat Visualisasi.

Ilmuwan Data

Data  Scientist bertanggung jawab untuk menganalisis dan menafsirkan berbagai kumpulan data dalam jumlah besar atau kompleks. Hal tersebut dimulai dari pengumpulan, pengolahan, serta analisis data dalam jumlah besar. 

Tidak jarang seorang  Data  Scientist perlu membuat model  machine learning  untuk menyelesaikan permasalah bisnis.

Python, SQL,   Platform  Big Data , Pembelajaran Mesin .

 Insinyur Data

Data  Engineer bertanggung jawab dalam pembuatan desain arsitektur manajemen data serta memelihara atau memonitor berbagai infrastruktur data yang ada di sebuah perusahaan. 

Selain itu, ia juga memastikan keakuratan dan keaslian  data  yang telah diperoleh melalui berbagai sumber.

SQL,  Data  Warehouse, Data Lake, alat ETL.

Tips Menjadi Ilmuwan Data

Nah, setelah mengetahui berbagai peluang yang tersedia untuk  data  science, di sini Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang cara menggapai peluang itu dengan membuat  portofolio  yang tepat agar dilirik oleh perekrut. Pada bagian ini, Anda akan memahami terlebih dahulu jenis portofolio yang digunakan untuk menjadi seorang  data scientist  dan dilanjutkan dengan membuat portofolio di bagian akhir yang pastinya akan sangat menarik. Sudah tidak sabar?  Lihat ini!


Pengertian Portofolio

Berbicara tentang  portofolio , apakah Anda sudah mengetahui arti dari istilah portofolio itu sendiri? Jika belum, mari simak penjelasannya di bawah ini.

Portofolio  adalah rangkuman atau kumpulan hasil karya Anda baik berupa visual, dokumen, kode, dan sebagainya yang dapat dilihat oleh siapa pun.

Jika terlintas dalam benak Anda, “Seperti apa  sih  bentuk  portofolio  itu?” Jawabannya beragam. Portofolio tergantung pada jenis bidang yang akan Anda lihat. Contohnya, jika Anda merupakan seorang  data  analis, isi portofolio bisa berupa storytelling dari data yang Anda dapatkan. Namun, jika Anda seorang  desainer grafis,  isi portofolio Anda mencakup  tata letak,  di antaranya  tata letak  majalah,  desain  kemasan,  dan ilustrasi.

Nah,  portofolio  pada bidang  ilmu data  dapat dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya adalah  Exploratory Data Analysis  (EDA) machine learning, data visualisasi, dan  deep learning .

Sebelum benar-benar menyusun  portofolio , tentu Anda harus mengetahui terlebih dahulu manfaat yang bisa Anda dapatkan saat membuat portofolio.

Di bawah ini merupakan beberapa manfaat yang bisa diperoleh apabila menyertakan  portofolio  Anda pada CV ( Curriculum Vitae ).

  1. Menunjukan kredibilitas diri
    Seperti yang telah disebutkan bahwa  portofolio  adalah rangkuman atau kumpulan hasil karya, maka dengan menyertakannya pada CV, Anda akan menunjukkan kredibilitas diri kepada para perekrut bahwa Anda memiliki kualitas yang mumpuni.  
  1. Bukti hasil kerja
    Selain untuk menunjukkan kredibilitas,  portofolio  juga merupakan bukti hasil kerja Anda. Semua hasil karya Anda dapat disertakan dalam portofolio asalkan Anda dapat mempertanggungjawabkannya.
  1. Membuka kemungkinan mendapatkan banyak klien
    biasanya, untuk meyakinkan klien akan etos kerja kami, mereka akan meminta  portofolio  Anda. Jika portofolio tersebut cocok dengan kategori atau  kebutuhan  yang diinginkan klien, kemungkinan portofolio Anda akan dimiliki banyak klien.
  1. Anti-mainstream
    Nah, salah satu cara agar perekrut tertarik dan mudah mengingat Anda adalah menjadi yang  anti-mainstream . Salah satu upaya agar menjadi seseorang yang  anti-mainstream  adalah memiliki  portofolio  yang menarik.  Sebenarnya  portofolio dalam bentuk  word  atau  slide  sebetulnya sudah cukup, hanya saja jika ingin lebih dilihat memiliki  usaha  yang besar, maka Anda dapat membuat portofolio  berbasis website  (yang akan dijelaskan pada submodul berikutnya).


Proyek Ilmu Data

Masih sama seperti sebelumnya bahwa  portofolio  adalah hasil atau bukti kerja dari Anda sebagai individu, kelompok, perusahaan, dsb. Oleh karena itu, Anda harus memiliki sebuah proyek yang dikerjakan untuk dijadikan portofolio.

Kabar baiknya adalah bahwa secara tidak sadar Anda telah memiliki  portofolio analisis  yang telah dibuat sebelumnya pada modul penjelajahan  data  dengan proyek tertentu. Portofolio tersebut menunjukkan setidaknya Anda telah memiliki satu kemampuan yaitu analisis data ( data analitik ) yang dimulai dari menyusun pertanyaan SMART hingga  bercerita  data.

Namun, apabila Anda merasa hal tersebut masih belum cukup untuk dijadikan sebuah  portofolio , di bawah ini terdapat beberapa contoh proyek  data  science yang dapat menginspirasi Anda untuk membuat portofolio yang lebih menarik.

Kumpulan   Ilmu Data Portofolio 

Apabila ingin membuat  portofolio  data  science secara online, Anda bisa membuatnya di  datascienceportfol.io . Contoh tampilan portofolio yang dibuat di sana adalah sebagai berikut.

dos:c8aaf909f879adc5afaec212dac1bc3820230830134139.jpeg

Selain  portofolio  terkait  data  science, berikut contoh portofolio lainnya di bidang data analysis dan data engineering.

  1. Data Analysis
    Agar memiliki sedikit gambaran terkait  analisis data portofolio   , berikut merupakan website yang dapat Anda eksplor untuk mengetahui bentuk portofolionya. Portofolio Claudia Ten Hoope Anda juga dapat mengeksplorasi portofolio analisis data dari medium  Data Science  Indonesia seperti yang dijelaskan di bawah ini. Dari kedua website di atas, Anda akan melihat cara penulis bercerita, mulai dari membuat latar belakang dilakukannya analisis tersebut, kemudian sumber-sumber yang digunakan, cara menganalisis, hingga sebuah kesimpulan. Dari contoh-contoh di atas, Anda akan mendapatkan sebuah  wawasan  yang dapat digunakan dalam menyusun portofolio nantinya.

    dos:b818a56e208af94bdb8219c3f91234af20230830134330.png
    dos:45750701a72672d78e05d7353e250a4620230830134404.png
  1. Rekayasa Data
    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa jenis-jenis  portofolio  bisa berbeda-beda tergantung bidang yang Anda geluti. Sebagai contoh, artikel medium dari  Luis Proc  berikut menunjukkan cara membuat portofolio  data  engineering yang dikemas secara menarik.
    dos:4e5cf163cf7b3ea845d8b5c22851ee7320230830134434.pngArtikel dan video di dalamnya menjelaskan cara membuat proyek data engineering dengan studi kasus YouTube Data Analysis. Mulai dari  pra-proses  hingga hasil akhir membuat  dashboard.  Jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi rekayasa data lebih lanjut, telah banyak sumber yang dapat dipelajari mulai dari Google, Youtube, Medium, hingga X menyediakan berbagai macam  informasi  yang bermanfaat. 

Bagaimana pembahasan terkait  portofolio  di atas? Anda sudah cukup memahaminya bukan? Nah, seperti yang dinanti-nanti, materi berikutnya adalah latihan membuat portofolio. Yuk, kita langsung ke materinya.  Sampai jumpa di sana!

Latihan Membuat Portofolio

Sebelum masuk ke tahapan membuat  portofolio , Anda perlu menguasai terlebih dahulu cara membuat CV ( Curriculum Vitae )  atau resume atau riwayat hidup. Sebelum memulai, alangkah baiknya Anda mempersiapkan terlebih dahulu peralatan perangnya, yaitu Google Docs atau Microsoft Word.


Menyusun Curriculum Vitae ATS

Sebelum memulai, apakah Anda sudah tahu bahwa terdapat dua perbedaan jenis CV, yaitu CV kreatif dan CV ATS? Jika Anda masih belum familiar dengan istilah tersebut, simak tabel di bawah ini untuk mengetahui perbedaannya.


CV KreatifCV ATS
Definisi

Format resume yang bertujuan untuk menarik perhatian  perekrut  dalam bentuk visual yang disajikan di dalam CV.

Format resume yang baik dan dapat diurutkan berdasarkan  software  atau aplikasi ATS ( Applicant Tracking System ). ATS merupakan software yang digunakan perusahaan untuk mendukung proses perekrutan dan kandidat.

Contoh

dos:e7ef02f515687ecee51b22da0f09ab7120230830134809.png

dos-c1f31886447fe793f628d50d8997f36120250130145425.png

Tujuan

CV kreatif dibuat seunik mungkin untuk menarik perhatian perekrut karena akan di  screening  satu per satu.

CV dibuat agar jelas dan mudah dibaca oleh ATS.

Perekrut menggunakan aplikasi ATS untuk  menyaring  CV berdasarkan kata kunci yang dicari. Apabila tidak ada kata kunci yang dicari untuk suatu posisi, CV tersebut tidak akan lolos, bahkan tidak sampai masuk ke pihak perekrut karena sudah ditolak oleh sistem secara otomatis.

Untuk membuat CV kreatif, Anda dapat menggunakan Canva karena di sana telah tersedia banyak template yang menarik. Begitupun dengan CV ATS, telah banyak template yang disediakan secara gratis. Namun, untuk pembuatan CV ATS ini sangat  tricky  sehingga Anda harus mengetahui cara agar CV Anda tembus ATS. 

Pembuatan CV ATS ini akan terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu deskripsi diri pendidikan pengalaman pelatihan organisasi dan kemampuan Sudah tidak sabar untuk membuat CV ATS? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

  1. Deskripsi diri
    dos:ebd1888014343da6914a1055800db71c20230830134845.png Berikut merupakan contoh untuk mengisi deskripsi diri .
    Saya merupakan  lulusan baru  dari Universitas Bangun Bangsa yang memiliki motivasi tinggi terhadap  growth mindset , memiliki sikap yang baik, dan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Saat ini saya sedang mencari tantangan dan peluang baru untuk dapat berkontribusi dengan antusiasme yang tinggi. Saya merupakan pribadi yang menyenangkan, mudah beradaptasi, dan dapat bekerja secara tim atau individu. Sebelumnya saya juga memiliki pengalaman sebagai  data analis .
    Catatan!  Penambahan foto pada samping deskripsi diri bersifat opsional. Alasannya apabila perusahaan tersebut  double screening  alias menggunakan ATS dan HR, CV tersebut sudah siap dengan dua metode  screening  tersebut.
  1. Riwayat Pendidikan
    dos:64a05313181f6f5c92ae9605b9fdc57f20230830135007.png Berikut merupakan contoh untuk mengisi bagian pendidikan.

    Universitas Bangun Bangsa (Agustus 2016 - Agustus 2020)

    S1 Teknik Informatika (IPK 3.9/4.0)

    Judul skripsi: (Sebutkan judul skripsi Anda)

  1. Pengalaman Kerja
    dos:df731e2ccf21e6eeecfac7cdf77194e820230830135108.png Berikut merupakan contoh untuk mengisi pengalaman.

    Analis Data  - Dicoding Indonesia

    Januari 2023 - Sekarang

    • Berkontribusi dalam tim sebanyak 40% terkait proses  data mining

    • Melakukan  pembersihan data  menggunakan SQL dan meringkas waktu pembersihan data sebanyak 60%.

    • (dst)

  1. Pelatihan
    dos:f683461c1d6c0607640feb16e8a3b23620230830135219.png Berikut merupakan contoh untuk mengisi pelatihan.
    • Data Analysis with Python: Dicoding Indonesia - September 2022

    • IBM Data Science: Coursera x IBM - Januari 2023

    Catatan! Bagian pelatihan ini hanya sebuah opsional apabila Anda memiliki pengalaman. Namun, apabila Anda belum/tidak memiliki pengalaman tersebut, tidak masalah untuk tidak mencantumkannya.

  1. Organisasi
    dos:bd233881d87486406ee7614d7a54b85b20230830135327.pngBerikut merupakan contoh untuk mengisi organisasi.

    Kepala Divisi Pendidikan Bina Desa - Bangun Bangsa Foundation

    Mei 2019 - Mei 2023

    • Mengatur 80% rencana pembelajaran di 3 desa binaan.

    • Memonitor perkembangan siswa setiap bulan sekali.

  1. Kemampuan
    dos:e4cedb6b4398a8664180e7f08a6172cc20230830135343.pngBerikut merupakan contoh untuk mengisi kemampuan atau skill.

    Soft Skill: Komunikatif, cepat mempelajari hal baru, adaptif, memiliki manajemen waktu yang baik, dan menyukai tantangan.

    Hard SkillData Analysis, Business Intelligence, Microsoft Office (Excel, Power Point, Word), Figma, Corel Draw, Copywriting.

    Catatan! Pemisahan soft skill dan hard skill merupakan opsional. Apabila Anda hanya menuliskan berupa poin-poin tanpa perlu disegmentasi, itu tidak masalah.


Standar CV ATS Friendly

Tujuan dari CV ATS adalah untuk memastikan bahwa CV Anda terbaca oleh sistem dan memiliki kesempatan untuk lanjut ke tahap perekrutan berikutnya. Nah, selain yang telah dicontohkan sebelumnya, berikut merupakan hal minimal yang perlu Anda ketahui ketika membuat CV ATS.

  1. Dibuat dalam bahasa Inggris. Hal tersebut diperlukan apabila requirement dari perusahaan berupa bahasa Inggris, tetapi apabila perusahaan tersebut menggunakan bahasa Indonesia dalam proses perekrutan, CV dalam bahasa Indonesia tidak masalah. Oh iya! Perlu menjadi catatan, walaupun perekrut menggunakan bahasa Indonesia dalam requirement, menggunakan bahasa Inggris dalam CV dapat menjadi poin plus bahwa Anda memiliki kemampuan bahasa Inggris.
  2. Sebaiknya tidak lebih dari 2 lembar karena jumlah halaman juga memengaruhi keterbacaan CV Anda.
  3. Gunakan font standar. Tujuannya adalah agar terbaca oleh sistem, seperti Arial, Helvetica, Times New Roman, atau font standar lainnya.
  4. Font untuk nama berukuran 14-16, sedangkan keterangan lainnya berukuran 11-12.
  5. Mencantumkan kontak. Sebisa mungkin gunakanlah nomor telepon yang sering Anda pakai sehingga dapat fast respon ketika menerima informasi. Selain nomor telepon, sertakan juga email formal yang menggunakan nama pribadi.


Kapan Harus Menggunakan CV ATS

Sebuah tips bahwa CV ATS sangat cocok apabila digunakan saat melamar ke perusahaan besar karena kemungkinan untuk di-screening satu per satu di tahap administrasi oleh perekrut sangat kecil. Namun, apabila Anda ingin menggunakan CV ATS saat melamar ke startup atau perusahaan berkembang juga tidak masalah.


Hal yang Harus Dihindari untuk CV ATS

  • Jangan menggunakan tabel dan kolom.
  • Jangan gunakan header dan footer.
  • Hindari penggunaan grafik, gambar, atau simbol khusus.

Di bawah ini terdapat template CV yang dapat Anda gunakan.

Unduh Templat CV

Perhatian!

Buatlah isi CV menggunakan  kata kunci  yang sesuai dengan  kebutuhan yang diminta pada lowongan kerja tersebut.

Contoh  persyaratan:  mampu melakukan  data mining dari berbagai sumber yang relevan.

Maka dari itu, Anda dapat menyesuaikannya pada beberapa bagian dalam CV misalnya seperti berikut.

  • Pengalaman kerja: berkontribusi aktif di tim sebanyak 40% dalam proses  data mining.

Apabila belum memiliki pengalaman di bidang tersebut, tetapi Anda memiliki keahlian di bidang tersebut, tulislah di bagian keterampilan seperti berikut.

  • Keterampilan Teknis:  Data Mining.

Intinya adalah menyesuaikan CV dengan  kata kunci  yang terdapat pada  persyaratan  tersebut agar Anda berpeluang lolos lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memperhatikan  kata kunci  tersebut.

Apakah penjelasan CV ATS ini sudah cukup membuat Anda paham? Apabila masih bingung dalam membuat CV ATS, Anda dapat bertanya atau berkonsultasi secara langsung di  forum diskusi dengan format berikut, ya. 

Diskusi_CV_(Reviu CV/Pertanyaan)_(Pertanyaan Anda)

Sampai jumpa di sana!


Portofolio Menyusun

Nah, setelah Anda mengetahui cara menyusun CV, inilah saatnya menyusun  portofolio untuk membuktikan bahwa Anda telah memiliki sebuah karya atau proyek yang menjadi bukti atas kemampuan Anda.

Perlu  disclaimer  di awal bahwa portofolio tidak punya format khusus. Selain itu,  portofolio  juga merupakan nilai  plus  bagi Anda ketika di- screening oleh perekrut. Oleh karena itu, buatlah portofolio Anda semenarik mungkin.

Pembuatan  portofolio  terbagi dua menjadi bagian, yaitu portofolio mandiri (menggunakan template, Google Docs, Microsoft Word) dan portofolio via platform.

Oke  tidak usah berlama-lama lagi, mari kita langsung bahas cara menyusun  portofolio  di bawah ini.

Portofolio Mandiri

Sebelum mulai membuat  portofolio , persiapkan terlebih dahulu Google Docs atau Microsoft Word Anda.

  1. Buat sampul untuk  portofolio  Anda.
    dos-4443a36634fd2ff7bad2eb36ff16250120250227103116.png Halaman pertama terdiri dari nama dan foto Anda. Usahakan untuk menggunakan foto terbaru agar perekrut mudah mengenali wajah pada foto dengan yang di dunia nyata .
  1. Deskripsikan diri Anda.
    dos:e6ff323c6f23484d61e8c0888a344b5e20230830140218.png Paragraf dalam gambar di atas dapat Anda sesuaikan kembali sesuai kebutuhan. Jangan lupa masukkan  informasi  kontak-kontak penting yang dapat dihubungi.

    Berikut merupakan contoh dari deskripsi diri yang dapat Anda tulis ketika membuat  portofolio .

    Hai, perkenalkan saya  Hanifa Ajeng Supartiwi  atau bisa dipanggil  Hanifa . Saya merupakan lulusan  Magister Manajemen  dari Universitas A. Saat ini, saya tertarik untuk membangun karir di bidang  Ilmu Data  .

    Melalui portofolio ini, saya ingin membagikan antusiasme saya terhadap  Data Science . Sebelumnya saya telah memiliki pengalaman di bidang analisis data dan  pembelajaran mesin .

    Portofolio  ini sebagai bukti terhadap proyek yang pernah saya lakukan sebelumnya dan kemampuan terhadap  Data  Science. Semoga dengan portofolio ini, kita dapat berdiskusi terkait kemungkinan di masa depan yang akan datang.

  1. Transfer riwayat pendidikan, kemampuan, kelebihan, dan MBTI.
    dos-3e861f8def19fecb1bb944a52123275520250227103152.png Dari beberapa poin di atas mungkin Anda masih bingung dengan istilah MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). MBTI adalah tes psikologi yang menggambarkan sifat dan karakter seseorang. Meskipun terkadang sebuah perusahaan melakukan tes psikologi yang lain, tetapi dengan menyertakan hasil tes MBTI lebih awal, perekrut bisa mulai menilai diri Anda. Anda dapat memperoleh hasil MBTI dari tes berikut:  Tes MBTI .
  1. Pengalaman bekerja.
    dos:444ebc62a80c80f15a670ec0287bb0c520230830140654.png Masih sama seperti sebelumnya, masukkan pengalaman kerja yang pernah Anda lakukan serta posisi dan kontribusi di perusahaan tersebut.
  1. Pengalaman berorganisasi.
    dos:3a9202cc2d17bacf55532d5175d4f2dd20230830140718.png Sama seperti pengalaman bekerja, masukkan pengalaman organisasi yang pernah Anda ikuti serta dan kontribusi di posisi organisasi tersebut.
  1. Cantumkan karya Anda.
    Setelah menuliskan pengalaman kerja dan organisasi, barulah Anda bisa memasukkan karya yang telah dikerjakan sebelumnya. Ceritakan mengenai proyek atau karya yang Anda kerjakan serta proses yang dilakukan dalam pengerjaannya. Anda dapat menyisipkan  portofolio  yang ada di modul Menjelajahi Analisis  Data  pada bagian Storytelling Data. Anda dapat mengunduh kembali dokumen tersebut di bawah ini.
    Download Contoh Data Mendongeng

Selamat! Anda telah memiliki satu  portofolio  yang dapat digunakan sebagai bukti atas kerja keras dalam mempelajari kelas ini. Berikut portofolio yang dapat Anda unduh ya.

Portofolio Dasar   Ilmu Data

Supaya lebih mudah, Anda juga dapat membuat  portofolio  menggunakan template dari Canva untuk melengkapi portofolio agar semakin menarik.  FYI,  Canva punya fitur  gratis  yang dapat mengakomodasi Anda untuk memodifikasi template CV.

dos:8c966809805d430d35974e10976843ab20230830134704.jpeg

Portofolio melalui Platform

Nah, setelah panjang lebar membahas  portofolio  mandiri, pada bagian ini Anda akan dikenalkan dengan portofolio via platform, yaitu portofolio yang berbentuk digital berupa website pribadi yang disiapkan khusus untuk seluruh karya Anda.

  1. Tableau
    Di bawah ini merupakan salah satu contoh portofolio yang terdapat pada Tableau.
    dos:8224e9fbae9b262276ed427a6839c23120230830141027.pngWebsite tersebut dapat membuat sekaligus menyimpan portofolio visualisasi data yang Anda buat secara real-time. Anda dapat membuat portofolio visualisasi data dengan memanfaatkan versi Tableau Public sehingga tidak memerlukan biaya tambahan.
  1. GitHub
    Website untuk portofolio lainnya adalah GitHubGitHub merupakan website yang sangat multitasking, ia dapat meninjau kode, mengelola proyek, dan membangun software bersama puluhan juta pengguna di seluruh dunia. Selain kemampuan yang telah disebutkan, beberapa developer juga memanfaatkan GitHub sebagai tempat portofolio online yang dapat diakses oleh siapa pun yang ingin melihatnya. Di bawah ini merupakan contoh dari penggunaan GitHub sebagai sarana penyimpanan portofolio.
    dos:3e0df61339051ef8e9148bde36dccf7320230830141015.png

Serba-Serbi Persiapan Karier

Last but not least, sebagai penutup dalam modul ini, Anda akan diajak untuk mengetahui serba-serbi persiapan karier, seperti fokus pada kemampuan dan persiapan wawancara. Yuk, kita simak materinya serta menyelesaikannya dengan penuh semangat.


Fokus pada Kemampuan, Tidak Hanya Gelar!

dos:bddaf981ff30cf1150576610bb24ab9720230830141213.jpeg

Saat lulus dari perkuliahan mungkin sebagian dari Anda ingin memiliki pekerjaan yang linear dengan gelar. Namun, tidak sedikit pula dari Anda yang ingin berpindah haluan dari gelar yang telah didapat. Sebenarnya, manakah yang lebih penting? Apakah kemampuan atau gelar? Simak penjelasannya di bawah ini.

  • Pengalaman Anda Penting
    Biasanya, pekerjaan yang Anda dapat saat baru lulus kuliah merupakan pekerjaan pertama Anda sehingga mungkin pengalaman kerja masih belum banyak. Anda bisa saja berpikir bahwa memiliki pengetahuan teoretis dalam melakukan pekerjaan itu cukup, tetapi ternyata tidak semudah itu. Perusahaan tetap bertanya pengalaman yang pernah Anda kerjakan sebelumnya. Jadi, meskipun gelar Anda mungkin menjadi tiket untuk mengikuti proses rekrutmen, tetap saja pengalaman adalah hal yang penting untuk dimiliki, baik itu melalui latihan secara mandiri, pengerjaan proyek, magang, maupun hal lainnya.

  • Perusahaan Menghargai Soft Skills
    Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memikirkan hard skill, yaitu keterampilan khusus pekerjaan yang diperoleh melalui pendidikan, sertifikasi, atau program pelatihan. Namun, ternyata sebagian perusahaan lebih menghargai seseorang yang memiliki soft skill, yaitu kemampuan yang dibutuhkan karyawan untuk berhasil dalam pekerjaan mereka dan tidak bisa didapatkan dari bangku perkuliahan. Contoh soft skill termasuk komunikasi, kerja sama tim, problem solving, dan critical thinking.

    Keterampilan soft skill memungkinkan karyawan untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain dan menavigasi tantangan pada lingkungan kerja. Ketika perusahaan menghadapi masalah kompleks, mereka akan lebih mencari karyawan yang memiliki soft skill yang baikOleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hard skill dan soft skill sangat dibutuhkan di era teknologi saat ini.

Setelah membahas CV, portofolio, kemudian pengetahuan terkait kemampuan dan gelar, materi terakhir adalah persiapan wawancara pekerjaan yang sekaligus dapat Anda praktikkan secara mandiri untuk menghadapi pertanyaan perekrut. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung simak materinya di bawah ini.


Persiapan Wawancara Pekerjaan

Tentunya, setelah kita apply sebuah pekerjaan dan masuk ke tahap wawancara, tidak dapat dipungkiri pasti sangat grogi saat pertama kali menghadapinya. Oleh karena itu, persiapan adalah hal yang wajib agar ketika mendapatkan pertanyaan dari perekrut, Anda bisa menjawabnya dengan baik.

Perlu Anda ketahui di awal bahwa sebagian perusahaan terkadang membagi wawancara menjadi beberapa bagian, di antaranya adalah wawancara HR dan wawancara user. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh perekrut pada wawancara HR dan wawancara user, serta tips untuk Anda menjawab pertanyaan tersebut.

  • “Coba perkenalkan diri Anda”
    Saat Anda melakukan perkenalan diri, ada beberapa hal yang harus dilakukan.
    • Salam hangat dan sapa perekrut yang ada di dalam pertemuan tersebut (apabila lebih dari satu sebutkan satu per satu).
    • Bercerita tentang pribadi dan data diri Anda secara singkat dan jelas.
    • Ceritakan tentang pekerjaan dan job desk sebelumnya.

      Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda hindari ketika memperkenalkan diri.
      • Menyampaikan data pribadi terlalu detail dan bertele-tele.
      • Jangan menceritakan hobi. Ini akan menjadi pembukaan saja sehingga tidak perlu lengkap dalam menjelaskan diri di awal pertanyaan.

        Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
URL Link: Video
  • “Sebutkan kelebihan dan kekurangan diri Anda”
    Saat Anda menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan hal-hal di bawah ini agar jawaban terdengar lebih menarik.
    • Ceritakan kelebihan Anda yang relate dengan requirement pekerjaan tersebut.
    • Ceritakan kekurangan Anda dan solusi ketika Anda memiliki kekurangan tersebut.

      Hal yang perlu Anda hindari ketika menceritakan kekurangan diri Anda adalah menceritakan kekurangan tanpa memiliki solusi untuk menanganinya.

      Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
URL Link: Video

  • “Mengapa Anda melamar posisi ini?”
    Saat Anda menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan hal-hal di bawah ini agar jawaban Anda terdengar logis:
    • Apabila Anda memiliki latar belakang pendidikan yang linear dengan pekerjaan yang dilamar, maka Anda dapat menceritakan latar belakang pendidikan terlebih dahulu.
    • Namun, apabila pendidikan Anda tidak linear dengan pekerjaan yang Anda lamar, tetapi Anda memiliki pengalaman sebelumnya, maka ceritakan pengalaman tersebut.
    • Ceritakan dampak positif yang akan Anda dapatkan dari posisi yang dilamar tersebut.

      Ada beberapa hal yang perlu Anda hindari, yaitu:
      • Memberikan alasan yang tidak logis, contohnya karena gaji semata.
      • Tidak menceritakan dampak positif yang akan didapatkan dari posisi yang dilamar, baik untuk diri sendiri maupun perusahaan.

        Berikut merupakan contoh jawaban untuk Anda yang memiliki jurusan linear dengan posisi yang dilamar.

    • URL Link: Video

      • Berikut merupakan contoh jawaban untuk Anda yang memiliki jurusan tidak linear dengan posisi yang dilamar.
UrL Link: Video
  • “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?”
    Sering kali pertanyaan ini keluar sehingga Anda perlu mengetahui seluk beluk perusahaan untuk meyakinkan bahwa Anda memang serius untuk bergabung di perusahaan tersebut.

    Berikut merupakan hal yang harus Anda persiapkan apabila mendapatkan pertanyaan di atas.
    • Mencari tahu bidang yang digeluti perusahaan tersebut.
    • Ketahui struktur organisasi, setidaknya pimpinan direksi perusahaan tersebut.
    • Apabila memungkinkan, cari tahu budaya perusahaan tersebut.

      Hal yang perlu dihindari ketika Anda mendapatkan pertanyaan tersebut adalah hanya satu, yaitu jangan sampai Anda tidak mencari tahu terkait informasi perusahaan tersebut sebelum wawancara karena dapat mengurangi nilai keseriusan Anda di mata perekrut.

      Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
URL Link: Video
  • “Apa rencanamu dalam 3-5 tahun ke depan?”
    Nah, apa pun jenis posisi yang dilamar, kemungkinan besar pertanyaan tersebut akan muncul. Berikut merupakan hal yang harus Anda persiapkan apabila mendapatkan pertanyaan di atas. Anda bisa menjawabnya dengan rencana yang realistis seperti menggapai tujuan, minat, dan rencana karier.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda hindari.
    • Memberikan alasan yang tidak logis, contohnya karena gaji semata.
    • Tidak menceritakan dampak positif yang akan didapatkan baik untuk diri sendiri maupun perusahaan.

      Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
URL LinkVideo
  • “Berapa ekspektasi gaji yang Anda harapkan?”
    Bahasan soal gaji memang selalu menarik. Oleh karena itu, saat pertanyaan wawancara ini diajukan, cobalah untuk menjawabnya dengan bijak.

    Berikut merupakan hal yang harus Anda persiapkan apabila mendapatkan pertanyaan di atas.
    • Riset terlebih dahulu standar salary perusahaan tersebut.
    • Riset rata-rata gaji pada posisi yang Anda lamar.
    • Perhitungkan dengan skill dan pengalaman kerja Anda sebelumnya.

      Ada beberapa hal yang perlu Anda hindari seperti berikut.
      • Hindari menjawab “terserah” tanpa meriset kebutuhan.
      • Hindari tanpa meriset rata-rata salary daerah dan perusahaan tersebut.

        Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
URL LinkVideo 
  • “Apakah ada pertanyaan?”
    Pertanyaan tersebut sudah dapat dipastikan bahwa Anda akan mendapatkannya. Anda tidak dapat memprediksi seberapa sering pertanyaan tersebut ditanyakan, bisa jadi di tengah atau di akhir sesi wawancara. Hal tersebut karena perekrut ingin melihat antusiasme Anda dalam wawancara dan melihat keseriusan Anda untuk bergabung ke dalam perusahaan.

    Berikut merupakan hal yang bisa Anda tanyakan kembali ketika mendapatkan pertanyaan di atas.
    • Terkait budaya perusahaan tersebut;
    • Benefit yang bisa didapatkan;
    • Tunjangan yang bisa didapatkan; 
  • dan lain sebagainya.

    Hal yang perlu Anda hindari ketika mendapatkan pertanyaan di atas adalah usahakan jangan sampai tidak bertanya karena bisa jadi nilai Anda berkurang dimata perekrut karena terlihat kurang serius dalam bergabung dengan perusahaan.

    Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
URL Link: Video
  • “Mengapa kami harus menerima Anda?”
    Pertanyaan tersebut biasanya merupakan penekanan terakhir dari perekrut. Maka dari itu, Anda perlu meyakinkan para perekrut bahwa Anda memang layak untuk dapat bergabung di perusahaan tersebut. Anda perlu meyakinkan bahwa kelebihan dan potensi yang Anda miliki dapat berkontribusi positif ke perusahaan.

    Perhatikan gambar di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
URL Link: Video

Rangkuman Mulailah Mencari Peluang: Eksplorasi Hingga Membuat Portofolio

Dilansir dari LinkedIn Jobs on the Rise 2023 berikut merupakan tiga pekerjaan yang paling diminati.

  1. Content Planner. Merencanakan konten, bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengelola konten secara keseluruhan, sesuai dengan strategi pemasaran yang ditentukan.
    • Keterampilan: Copywriting, Content Strategi, Social Media Marketing.
    • Tingkat pendidikan: 85.11 % untuk sarjana dan 10.64% gelar master.
  1. Data Science Specialist. Mengumpulkan dan menganalisis data dalam jumlah besar, lalu mengubahnya menjadi wawasan yang berguna untuk keputusan bisnis.
    • Keterampilan: Data science, python (bahasa pemrograman), machine learning
    • Tingkat pendidikan: 77.63% untuk sarjana dan 15.79% gelar master.
  1. Talent Acquisition Specialist. Spesialis akuisisi bakat bertanggung jawab untuk mencari, mengidentifikasi, dan merekrut karyawan baru sesuai peran dan kebutuhan bisnis.
    1. Keterampilan: Perekrutan, wawancara, employer branding.
    2. Tingkat pendidikan: 85.71% untuk sarjana dan 9.52 gelar master.

      Deskripsi

      Kondisi

      Analis Data

      Data Analyst bertanggung jawab untuk mengambil kesimpulan serta melakukan visualisasinya.


      Profesi ini mengharuskan seseorang untuk bisa berhadapan langsung dengan banyak data.


      Selain itu, seorang data analyst juga dituntut dapat mencari berbagai insight untuk memajukan bisnis maupun perusahaan.

      Memiliki skill excel, Google Analytics, SQL, Tableau.

      Ilmuwan Data

      Data Scientist bertanggung jawab untuk menganalisis dan menafsirkan berbagai kumpulan data dalam jumlah besar atau kompleks. Hal tersebut dimulai dari pengumpulan, pengolahan serta analisis dalam jumlah besar. 


      Tidak jarang seorang Data Scientist perlu membuat model machine learning untuk menyelesaikan permasalah bisnis.

      C/C++, Python, Perl, Java serta SQL.

      Insinyur Data

      Data Engineer bertanggung jawab dalam pembuatan desain arsitektur manajemen serta memelihara atau memonitor berbagai infrastruktur data yang ada di sebuah perusahaan. Selain itu, ia juga bertugas memastikan keakuratan dan fleksibilitas data yang telah didapatkan melalui berbagai sumber.

      Menguasai SQL, Warehouse, Data lake, alat ETL.

Di bawah ini merupakan beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan apabila menyertakan portofolio Anda pada CV (Curriculum Vitae).

  1. Menunjukan kredibilitas diri Anda
    Seperti yang telah disebutkan bahwa portofolio adalah rangkuman atau kumpulan hasil karya maka dengan menyertakannya pada CV, Anda akan menunjukkan kredibilitas diri kepada para perekrut bahwa Anda memiliki kualitas yang mumpuni.  
  1. Bukti hasil kerja Anda
    Selain untuk menunjukkan kredibilitas, portofolio juga sebuah bukti hasil kerja Anda. Semua hasil karya Anda dapat disertakan di dalam  portofolio, asalkan Anda dapat mempertanggungjawabkannya.
  1. Membuka kemungkinan mendapatkan banyak klien
    Biasanya, untuk meyakinkan klien akan etos kerja kita, mereka akan meminta portofolio Anda. Apabila portofolio tersebut cocok dengan kategori atau requirement yang diinginkan klien, kemungkinan portofolio Anda akan mendapatkan banyak klien.
  1. Anti-mainstream
    Nah, salah satu cara agar perekrut tertarik dan mudah mengingat Anda adalah menjadi yang  anti-mainstream . Salah satu upaya agar menjadi seseorang yang  anti-mainstream  adalah memiliki  portofolio  yang menarik.  Sebenarnya  portofolio dalam bentuk  word  atau  slide  sebetulnya sudah cukup, hanya saja jika ingin lebih dilihat memiliki  usaha  yang besar, maka Anda dapat membuat portofolio  berbasis website  (yang akan dijelaskan pada submodul berikutnya).

    Adapun contoh portofolio lain yang dapat Anda simak dari bidang lain selain  ilmu data  , diantaranya
  1. Data Analysis
    Agar memiliki sedikit gambaran terkait  portofolio  data  analysis, berikut merupakan website yang dapat Anda eksplor untuk mengetahui bentuk portofolio data analysis.

    Portofolio Claudia Ten Hoope
    dos:bd4c808a31fd12003b7bf378258a508b20230830151015.png Atau Anda dapat mengeksplorasi portofolio analisis data dari medium  Data Science  Indonesia seperti yang dijelaskan di bawah ini.
    dos:1508e1c1c1e74579fd73c0f559c406b420230830151036.pngDari kedua website di atas, Anda akan melihat cara penulis mulai dari membuat latar belakang analisis tersebut, kemudian sumber-sumber yang digunakan, cara menganalisis, hingga sebuah kesimpulan. Dari contoh-contoh di atas, Anda akan mendapatkan sebuah  wawasan  yang dapat digunakan dalam menyusun portofolio nantinya.
  1.  Rekayasa Data
    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa jenis-jenis portofolio bisa berbeda-beda tergantung bidang yang Anda geluti. Pada video yang tertera pada media tersebut menunjukkan cara membuat portofolio data engineering yang dikemas secara menarik oleh  Luis Proc .
    dos:4c9bf9a1b3b841c9e66758e78ca7c87b20230830151105.pngVideo tersebut menjelaskan cara membuat proyek data engineering dengan studi kasus YouTube Data Analysis. Mulai dari  pra-proses  hingga hasil akhir membuat  dashboard.  Apabila Anda tertarik untuk mengeksplorasi teknik data lebih lanjut telah banyak sumber yang dapat Anda pelajari mulai dari Google, Youtube, Medium, hingga Twitter menyediakan berbagai macam informasiyang bermanfaat.

Bersambung ke:  

Comments

Popular posts from this blog

Ceritakan cerita saya:

Aplikasi/Gaming/Koding: NKHM Nusantara: