Peluang Karier di Dunia Data
- Get link
- X
- Other Apps
Peluang Karier di Dunia Data
Ya! Tidak terasa Anda hampir menyelesaikan perjalanan yang cukup panjang. Pada modul ini, Anda akan diajak mencari peluang di dunia data science mulai dari mengeksplorasi posisi data scientist hingga membuat portofolio untuk menambah pengalaman. Sebelum membahas materi inti, ada beberapa hal yang perlu dijawab.
- Apakah Anda telah memiliki akun LinkedIn?
- Apabila belum, apakah Anda siap untuk memasak pada latihan di modul ini?
- Jika sudah memiliki LinkedIn, apakah Anda siap untuk meng-update akun Anda secara berkala?
Yuk, kita langsung simak pembelajaran modul ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Sumangaik!
Pekerjaan yang Semakin Diminati
Apakah Anda sadar bahwa terjadi perubahan yang cukup besar terkait minat seseorang dalam mencari pekerjaan di bidang teknologi? Hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh segmentasi pasar yang berbeda setiap waktunya, apalagi saat pandemi berlangsung. Mari kita ambil contoh. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, sebagian besar orang-orang lebih memilih untuk kerja kantoran, berkolaborasi dengan rekan kerja langsung ( on site ), kerja langsung di lapangan, dll.
Namun, saat pandemi sedang berlangsung, penggunaan teknologi pun akan terjadi karena banyak orang yang bekerja dari rumah. Selain itu, kebutuhan data saat itu semakin meningkat, bahkan hingga saat ini. Hal tersebut menjadi salah satu faktor pekerjaan yang diminati dapat berubah-ubah.
Dilaporkan dari LinkedIn Jobs on the Rise 2023 , berikut merupakan tiga pekerjaan yang paling diminati.
- Content Planner
Seorang perencana konten bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengelola konten secara keseluruhan sesuai dengan strategi pemasaran yang ditentukan.- Keahlian: copywriting , strategi konten, dan pemasaran media sosial.
- Tingkat pendidikan: 85,11% untuk gelar sarjana dan 10,64% gelar master atau lebih tinggi.
- Data Science Specialist
Mengumpulkan dan menganalisis data dalam jumlah besar, lalu mengubahnya menjadi wawasan yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis.- Keterampilan: ilmu data , bahasa pemrograman Python, dan pembelajaran mesin .
- Tingkat pendidikan: 77,63% untuk gelar sarjana dan 15,79% gelar master atau lebih tinggi.
- Talent Acquisition Specialist
Seorang spesialis talent acquisition yang bertanggung jawab untuk mencari, mengidentifikasi, dan merekrut karyawan baru sesuai peran dan kebutuhan bisnis.- Keahlian: wawancara, wawancara, branding perusahaan.
- Tingkat pendidikan: 85,71% untuk gelar sarjana dan 9,52% gelar master atau lebih tinggi.
Dari urutan di atas, kebutuhan akan data science spesialis berada di urutan kedua pekerjaan yang paling diminati, hanya saja keberadaan data scientist masih timpang dengan permintaan yang ada di lapangan, salah satunya disebabkan karena kurangnya literasi masyarakat terkait big data . Nah, apakah Anda akan menjadi salah satu bagian dari keluarga data scientist? Anda dapat menentukan penjelasannya setelah menyelesaikan kelas ini secara penuh.
Eksplorasi Ilmu Data di Indonesia
Dalam modul sebelumnya, Anda telah dikenalkan dengan beberapa aspek yang mendukung ilmu data , seperti ilmu data dasar , analisis data, dan pembelajaran mesin . Pengenalan bidang-bidang tersebut bertujuan untuk mengajak Anda mengeksplorasi dan mengetahui bahwa dengan mempelajari ilmu data science, tidak serta merta hanya untuk menjadi data scientist .
Seperti yang Anda lihat pada gambar di atas, ilmu data terdiri dari beberapa bagian, yaitu ilmuwan data itu sendiri, intelijen bisnis, insinyur pembelajaran mesin , administrator basis data, insinyur data, dan analis data . Sungguh beragam, bukan?
Pada pembelajaran ini, Anda hanya akan dikenalkan pada tiga posisi yang sering kali masyarakat luas masih bingung terkait role ini, yaitu data analis, data scientist , dan data engineer.
Mari kita kenali terlebih dahulu perbedaan ketiganya yang terlihat serupa, tetapi ternyata tak sama.
| Peran | Deskripsi | Kemampuan |
Analis Data | Data Analyst bertanggung jawab untuk menganalisis, memvisualisasikan, dan mengambil kesimpulan dari data. Profesi ini mengharuskan seseorang untuk bisa berhadapan langsung dengan banyak data . Selain itu, seorang data analis juga dituntut dapat mencari berbagai wawasan untuk memajukan bisnis maupun perusahaan. | Spreadsheet, Google Analytics, SQL, dan Alat Visualisasi. |
Ilmuwan Data | Data Scientist bertanggung jawab untuk menganalisis dan menafsirkan berbagai kumpulan data dalam jumlah besar atau kompleks. Hal tersebut dimulai dari pengumpulan, pengolahan, serta analisis data dalam jumlah besar. Tidak jarang seorang Data Scientist perlu membuat model machine learning untuk menyelesaikan permasalah bisnis. | Python, SQL, Platform Big Data , Pembelajaran Mesin . |
Insinyur Data | Data Engineer bertanggung jawab dalam pembuatan desain arsitektur manajemen data serta memelihara atau memonitor berbagai infrastruktur data yang ada di sebuah perusahaan. Selain itu, ia juga memastikan keakuratan dan keaslian data yang telah diperoleh melalui berbagai sumber. | SQL, Data Warehouse, Data Lake, alat ETL. |
Tips Menjadi Ilmuwan Data
Nah, setelah mengetahui berbagai peluang yang tersedia untuk data science, di sini Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang cara menggapai peluang itu dengan membuat portofolio yang tepat agar dilirik oleh perekrut. Pada bagian ini, Anda akan memahami terlebih dahulu jenis portofolio yang digunakan untuk menjadi seorang data scientist dan dilanjutkan dengan membuat portofolio di bagian akhir yang pastinya akan sangat menarik. Sudah tidak sabar? Lihat ini!
Pengertian Portofolio
Berbicara tentang portofolio , apakah Anda sudah mengetahui arti dari istilah portofolio itu sendiri? Jika belum, mari simak penjelasannya di bawah ini.
Portofolio adalah rangkuman atau kumpulan hasil karya Anda baik berupa visual, dokumen, kode, dan sebagainya yang dapat dilihat oleh siapa pun.
Jika terlintas dalam benak Anda, “Seperti apa sih bentuk portofolio itu?” Jawabannya beragam. Portofolio tergantung pada jenis bidang yang akan Anda lihat. Contohnya, jika Anda merupakan seorang data analis, isi portofolio bisa berupa storytelling dari data yang Anda dapatkan. Namun, jika Anda seorang desainer grafis, isi portofolio Anda mencakup tata letak, di antaranya tata letak majalah, desain kemasan, dan ilustrasi.
Nah, portofolio pada bidang ilmu data dapat dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya adalah Exploratory Data Analysis (EDA) , machine learning, data visualisasi, dan deep learning .
Sebelum benar-benar menyusun portofolio , tentu Anda harus mengetahui terlebih dahulu manfaat yang bisa Anda dapatkan saat membuat portofolio.
Di bawah ini merupakan beberapa manfaat yang bisa diperoleh apabila menyertakan portofolio Anda pada CV ( Curriculum Vitae ).
- Menunjukan kredibilitas diri
Seperti yang telah disebutkan bahwa portofolio adalah rangkuman atau kumpulan hasil karya, maka dengan menyertakannya pada CV, Anda akan menunjukkan kredibilitas diri kepada para perekrut bahwa Anda memiliki kualitas yang mumpuni.
- Bukti hasil kerja
Selain untuk menunjukkan kredibilitas, portofolio juga merupakan bukti hasil kerja Anda. Semua hasil karya Anda dapat disertakan dalam portofolio asalkan Anda dapat mempertanggungjawabkannya.
- Membuka kemungkinan mendapatkan banyak klien
biasanya, untuk meyakinkan klien akan etos kerja kami, mereka akan meminta portofolio Anda. Jika portofolio tersebut cocok dengan kategori atau kebutuhan yang diinginkan klien, kemungkinan portofolio Anda akan dimiliki banyak klien.
- Anti-mainstream
Nah, salah satu cara agar perekrut tertarik dan mudah mengingat Anda adalah menjadi yang anti-mainstream . Salah satu upaya agar menjadi seseorang yang anti-mainstream adalah memiliki portofolio yang menarik. Sebenarnya portofolio dalam bentuk word atau slide sebetulnya sudah cukup, hanya saja jika ingin lebih dilihat memiliki usaha yang besar, maka Anda dapat membuat portofolio berbasis website (yang akan dijelaskan pada submodul berikutnya).
Proyek Ilmu Data
Masih sama seperti sebelumnya bahwa portofolio adalah hasil atau bukti kerja dari Anda sebagai individu, kelompok, perusahaan, dsb. Oleh karena itu, Anda harus memiliki sebuah proyek yang dikerjakan untuk dijadikan portofolio.
Kabar baiknya adalah bahwa secara tidak sadar Anda telah memiliki portofolio analisis yang telah dibuat sebelumnya pada modul penjelajahan data dengan proyek tertentu. Portofolio tersebut menunjukkan setidaknya Anda telah memiliki satu kemampuan yaitu analisis data ( data analitik ) yang dimulai dari menyusun pertanyaan SMART hingga bercerita data.
Namun, apabila Anda merasa hal tersebut masih belum cukup untuk dijadikan sebuah portofolio , di bawah ini terdapat beberapa contoh proyek data science yang dapat menginspirasi Anda untuk membuat portofolio yang lebih menarik.
Apabila ingin membuat portofolio data science secara online, Anda bisa membuatnya di datascienceportfol.io . Contoh tampilan portofolio yang dibuat di sana adalah sebagai berikut.
Selain portofolio terkait data science, berikut contoh portofolio lainnya di bidang data analysis dan data engineering.
- Data Analysis
Agar memiliki sedikit gambaran terkait analisis data portofolio , berikut merupakan website yang dapat Anda eksplor untuk mengetahui bentuk portofolionya. Portofolio Claudia Ten Hoope Anda juga dapat mengeksplorasi portofolio analisis data dari medium Data Science Indonesia seperti yang dijelaskan di bawah ini. Dari kedua website di atas, Anda akan melihat cara penulis bercerita, mulai dari membuat latar belakang dilakukannya analisis tersebut, kemudian sumber-sumber yang digunakan, cara menganalisis, hingga sebuah kesimpulan. Dari contoh-contoh di atas, Anda akan mendapatkan sebuah wawasan yang dapat digunakan dalam menyusun portofolio nantinya.

- Rekayasa Data
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa jenis-jenis portofolio bisa berbeda-beda tergantung bidang yang Anda geluti. Sebagai contoh, artikel medium dari Luis Proc berikut menunjukkan cara membuat portofolio data engineering yang dikemas secara menarik.
Artikel dan video di dalamnya menjelaskan cara membuat proyek data engineering dengan studi kasus YouTube Data Analysis. Mulai dari pra-proses hingga hasil akhir membuat dashboard. Jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi rekayasa data lebih lanjut, telah banyak sumber yang dapat dipelajari mulai dari Google, Youtube, Medium, hingga X menyediakan berbagai macam informasi yang bermanfaat.
Bagaimana pembahasan terkait portofolio di atas? Anda sudah cukup memahaminya bukan? Nah, seperti yang dinanti-nanti, materi berikutnya adalah latihan membuat portofolio. Yuk, kita langsung ke materinya. Sampai jumpa di sana!
Latihan Membuat Portofolio
Sebelum masuk ke tahapan membuat portofolio , Anda perlu menguasai terlebih dahulu cara membuat CV ( Curriculum Vitae ) atau resume atau riwayat hidup. Sebelum memulai, alangkah baiknya Anda mempersiapkan terlebih dahulu peralatan perangnya, yaitu Google Docs atau Microsoft Word.
Menyusun Curriculum Vitae ATS
Sebelum memulai, apakah Anda sudah tahu bahwa terdapat dua perbedaan jenis CV, yaitu CV kreatif dan CV ATS? Jika Anda masih belum familiar dengan istilah tersebut, simak tabel di bawah ini untuk mengetahui perbedaannya.
| CV Kreatif | CV ATS | |
|---|---|---|
| Definisi | Format resume yang bertujuan untuk menarik perhatian perekrut dalam bentuk visual yang disajikan di dalam CV. | Format resume yang baik dan dapat diurutkan berdasarkan software atau aplikasi ATS ( Applicant Tracking System ). ATS merupakan software yang digunakan perusahaan untuk mendukung proses perekrutan dan kandidat. |
| Contoh | ||
| Tujuan | CV kreatif dibuat seunik mungkin untuk menarik perhatian perekrut karena akan di screening satu per satu. | CV dibuat agar jelas dan mudah dibaca oleh ATS. Perekrut menggunakan aplikasi ATS untuk menyaring CV berdasarkan kata kunci yang dicari. Apabila tidak ada kata kunci yang dicari untuk suatu posisi, CV tersebut tidak akan lolos, bahkan tidak sampai masuk ke pihak perekrut karena sudah ditolak oleh sistem secara otomatis. |
Untuk membuat CV kreatif, Anda dapat menggunakan Canva karena di sana telah tersedia banyak template yang menarik. Begitupun dengan CV ATS, telah banyak template yang disediakan secara gratis. Namun, untuk pembuatan CV ATS ini sangat tricky sehingga Anda harus mengetahui cara agar CV Anda tembus ATS.
Pembuatan CV ATS ini akan terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu deskripsi diri , pendidikan , pengalaman , pelatihan , organisasi , dan kemampuan . Sudah tidak sabar untuk membuat CV ATS? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.
- Deskripsi diri
Berikut merupakan contoh untuk mengisi deskripsi diri .Catatan! Penambahan foto pada samping deskripsi diri bersifat opsional. Alasannya apabila perusahaan tersebut double screening alias menggunakan ATS dan HR, CV tersebut sudah siap dengan dua metode screening tersebut.Saya merupakan lulusan baru dari Universitas Bangun Bangsa yang memiliki motivasi tinggi terhadap growth mindset , memiliki sikap yang baik, dan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Saat ini saya sedang mencari tantangan dan peluang baru untuk dapat berkontribusi dengan antusiasme yang tinggi. Saya merupakan pribadi yang menyenangkan, mudah beradaptasi, dan dapat bekerja secara tim atau individu. Sebelumnya saya juga memiliki pengalaman sebagai data analis .
- Riwayat Pendidikan
Berikut merupakan contoh untuk mengisi bagian pendidikan.Universitas Bangun Bangsa (Agustus 2016 - Agustus 2020)
S1 Teknik Informatika (IPK 3.9/4.0)
Judul skripsi: (Sebutkan judul skripsi Anda)
- Pengalaman Kerja
Berikut merupakan contoh untuk mengisi pengalaman.Analis Data - Dicoding Indonesia
Januari 2023 - Sekarang
Berkontribusi dalam tim sebanyak 40% terkait proses data mining .
Melakukan pembersihan data menggunakan SQL dan meringkas waktu pembersihan data sebanyak 60%.
(dst)
- Pelatihan
Berikut merupakan contoh untuk mengisi pelatihan.Data Analysis with Python: Dicoding Indonesia - September 2022
IBM Data Science: Coursera x IBM - Januari 2023
Catatan! Bagian pelatihan ini hanya sebuah opsional apabila Anda memiliki pengalaman. Namun, apabila Anda belum/tidak memiliki pengalaman tersebut, tidak masalah untuk tidak mencantumkannya.
- Organisasi
Berikut merupakan contoh untuk mengisi organisasi.Kepala Divisi Pendidikan Bina Desa - Bangun Bangsa Foundation
Mei 2019 - Mei 2023
Mengatur 80% rencana pembelajaran di 3 desa binaan.
Memonitor perkembangan siswa setiap bulan sekali.
- Kemampuan
Berikut merupakan contoh untuk mengisi kemampuan atau skill.Soft Skill: Komunikatif, cepat mempelajari hal baru, adaptif, memiliki manajemen waktu yang baik, dan menyukai tantangan.
Hard Skill: Data Analysis, Business Intelligence, Microsoft Office (Excel, Power Point, Word), Figma, Corel Draw, Copywriting.Catatan! Pemisahan soft skill dan hard skill merupakan opsional. Apabila Anda hanya menuliskan berupa poin-poin tanpa perlu disegmentasi, itu tidak masalah.
Standar CV ATS Friendly
Tujuan dari CV ATS adalah untuk memastikan bahwa CV Anda terbaca oleh sistem dan memiliki kesempatan untuk lanjut ke tahap perekrutan berikutnya. Nah, selain yang telah dicontohkan sebelumnya, berikut merupakan hal minimal yang perlu Anda ketahui ketika membuat CV ATS.
- Dibuat dalam bahasa Inggris. Hal tersebut diperlukan apabila requirement dari perusahaan berupa bahasa Inggris, tetapi apabila perusahaan tersebut menggunakan bahasa Indonesia dalam proses perekrutan, CV dalam bahasa Indonesia tidak masalah. Oh iya! Perlu menjadi catatan, walaupun perekrut menggunakan bahasa Indonesia dalam requirement, menggunakan bahasa Inggris dalam CV dapat menjadi poin plus bahwa Anda memiliki kemampuan bahasa Inggris.
- Sebaiknya tidak lebih dari 2 lembar karena jumlah halaman juga memengaruhi keterbacaan CV Anda.
- Gunakan font standar. Tujuannya adalah agar terbaca oleh sistem, seperti Arial, Helvetica, Times New Roman, atau font standar lainnya.
- Font untuk nama berukuran 14-16, sedangkan keterangan lainnya berukuran 11-12.
- Mencantumkan kontak. Sebisa mungkin gunakanlah nomor telepon yang sering Anda pakai sehingga dapat fast respon ketika menerima informasi. Selain nomor telepon, sertakan juga email formal yang menggunakan nama pribadi.
Kapan Harus Menggunakan CV ATS
Sebuah tips bahwa CV ATS sangat cocok apabila digunakan saat melamar ke perusahaan besar karena kemungkinan untuk di-screening satu per satu di tahap administrasi oleh perekrut sangat kecil. Namun, apabila Anda ingin menggunakan CV ATS saat melamar ke startup atau perusahaan berkembang juga tidak masalah.
Hal yang Harus Dihindari untuk CV ATS
- Jangan menggunakan tabel dan kolom.
- Jangan gunakan header dan footer.
- Hindari penggunaan grafik, gambar, atau simbol khusus.
Di bawah ini terdapat template CV yang dapat Anda gunakan.
Perhatian! Buatlah isi CV menggunakan kata kunci yang sesuai dengan kebutuhan yang diminta pada lowongan kerja tersebut. Contoh persyaratan: mampu melakukan data mining dari berbagai sumber yang relevan. Maka dari itu, Anda dapat menyesuaikannya pada beberapa bagian dalam CV misalnya seperti berikut.
Apabila belum memiliki pengalaman di bidang tersebut, tetapi Anda memiliki keahlian di bidang tersebut, tulislah di bagian keterampilan seperti berikut.
Intinya adalah menyesuaikan CV dengan kata kunci yang terdapat pada persyaratan tersebut agar Anda berpeluang lolos lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memperhatikan kata kunci tersebut. |
Apakah penjelasan CV ATS ini sudah cukup membuat Anda paham? Apabila masih bingung dalam membuat CV ATS, Anda dapat bertanya atau berkonsultasi secara langsung di forum diskusi dengan format berikut, ya.
Diskusi_CV_(Reviu CV/Pertanyaan)_(Pertanyaan Anda)
Sampai jumpa di sana!
Portofolio Menyusun
Nah, setelah Anda mengetahui cara menyusun CV, inilah saatnya menyusun portofolio untuk membuktikan bahwa Anda telah memiliki sebuah karya atau proyek yang menjadi bukti atas kemampuan Anda.
Perlu disclaimer di awal bahwa portofolio tidak punya format khusus. Selain itu, portofolio juga merupakan nilai plus bagi Anda ketika di- screening oleh perekrut. Oleh karena itu, buatlah portofolio Anda semenarik mungkin.
Pembuatan portofolio terbagi dua menjadi bagian, yaitu portofolio mandiri (menggunakan template, Google Docs, Microsoft Word) dan portofolio via platform.
Oke tidak usah berlama-lama lagi, mari kita langsung bahas cara menyusun portofolio di bawah ini.
Portofolio Mandiri
Sebelum mulai membuat portofolio , persiapkan terlebih dahulu Google Docs atau Microsoft Word Anda.
- Buat sampul untuk portofolio Anda.
Halaman pertama terdiri dari nama dan foto Anda. Usahakan untuk menggunakan foto terbaru agar perekrut mudah mengenali wajah pada foto dengan yang di dunia nyata .
- Deskripsikan diri Anda.
Paragraf dalam gambar di atas dapat Anda sesuaikan kembali sesuai kebutuhan. Jangan lupa masukkan informasi kontak-kontak penting yang dapat dihubungi.
Berikut merupakan contoh dari deskripsi diri yang dapat Anda tulis ketika membuat portofolio .Hai, perkenalkan saya Hanifa Ajeng Supartiwi atau bisa dipanggil Hanifa . Saya merupakan lulusan Magister Manajemen dari Universitas A. Saat ini, saya tertarik untuk membangun karir di bidang Ilmu Data .
Melalui portofolio ini, saya ingin membagikan antusiasme saya terhadap Data Science . Sebelumnya saya telah memiliki pengalaman di bidang analisis data dan pembelajaran mesin .
Portofolio ini sebagai bukti terhadap proyek yang pernah saya lakukan sebelumnya dan kemampuan terhadap Data Science. Semoga dengan portofolio ini, kita dapat berdiskusi terkait kemungkinan di masa depan yang akan datang.
- Transfer riwayat pendidikan, kemampuan, kelebihan, dan MBTI.
Dari beberapa poin di atas mungkin Anda masih bingung dengan istilah MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). MBTI adalah tes psikologi yang menggambarkan sifat dan karakter seseorang. Meskipun terkadang sebuah perusahaan melakukan tes psikologi yang lain, tetapi dengan menyertakan hasil tes MBTI lebih awal, perekrut bisa mulai menilai diri Anda. Anda dapat memperoleh hasil MBTI dari tes berikut: Tes MBTI .
- Pengalaman bekerja.
Masih sama seperti sebelumnya, masukkan pengalaman kerja yang pernah Anda lakukan serta posisi dan kontribusi di perusahaan tersebut.
- Pengalaman berorganisasi.
Sama seperti pengalaman bekerja, masukkan pengalaman organisasi yang pernah Anda ikuti serta dan kontribusi di posisi organisasi tersebut.
- Cantumkan karya Anda.
Setelah menuliskan pengalaman kerja dan organisasi, barulah Anda bisa memasukkan karya yang telah dikerjakan sebelumnya. Ceritakan mengenai proyek atau karya yang Anda kerjakan serta proses yang dilakukan dalam pengerjaannya. Anda dapat menyisipkan portofolio yang ada di modul Menjelajahi Analisis Data pada bagian Storytelling Data. Anda dapat mengunduh kembali dokumen tersebut di bawah ini.
Download Contoh Data Mendongeng
Selamat! Anda telah memiliki satu portofolio yang dapat digunakan sebagai bukti atas kerja keras dalam mempelajari kelas ini. Berikut portofolio yang dapat Anda unduh ya.
Supaya lebih mudah, Anda juga dapat membuat portofolio menggunakan template dari Canva untuk melengkapi portofolio agar semakin menarik. FYI, Canva punya fitur gratis yang dapat mengakomodasi Anda untuk memodifikasi template CV.
Portofolio melalui Platform
Nah, setelah panjang lebar membahas portofolio mandiri, pada bagian ini Anda akan dikenalkan dengan portofolio via platform, yaitu portofolio yang berbentuk digital berupa website pribadi yang disiapkan khusus untuk seluruh karya Anda.
- Tableau
Di bawah ini merupakan salah satu contoh portofolio yang terdapat pada Tableau.
Website tersebut dapat membuat sekaligus menyimpan portofolio visualisasi data yang Anda buat secara real-time. Anda dapat membuat portofolio visualisasi data dengan memanfaatkan versi Tableau Public sehingga tidak memerlukan biaya tambahan.
- GitHub
Website untuk portofolio lainnya adalah GitHub. GitHub merupakan website yang sangat multitasking, ia dapat meninjau kode, mengelola proyek, dan membangun software bersama puluhan juta pengguna di seluruh dunia. Selain kemampuan yang telah disebutkan, beberapa developer juga memanfaatkan GitHub sebagai tempat portofolio online yang dapat diakses oleh siapa pun yang ingin melihatnya. Di bawah ini merupakan contoh dari penggunaan GitHub sebagai sarana penyimpanan portofolio.
Serba-Serbi Persiapan Karier
Last but not least, sebagai penutup dalam modul ini, Anda akan diajak untuk mengetahui serba-serbi persiapan karier, seperti fokus pada kemampuan dan persiapan wawancara. Yuk, kita simak materinya serta menyelesaikannya dengan penuh semangat.
Fokus pada Kemampuan, Tidak Hanya Gelar!
Saat lulus dari perkuliahan mungkin sebagian dari Anda ingin memiliki pekerjaan yang linear dengan gelar. Namun, tidak sedikit pula dari Anda yang ingin berpindah haluan dari gelar yang telah didapat. Sebenarnya, manakah yang lebih penting? Apakah kemampuan atau gelar? Simak penjelasannya di bawah ini.
- Pengalaman Anda Penting
Biasanya, pekerjaan yang Anda dapat saat baru lulus kuliah merupakan pekerjaan pertama Anda sehingga mungkin pengalaman kerja masih belum banyak. Anda bisa saja berpikir bahwa memiliki pengetahuan teoretis dalam melakukan pekerjaan itu cukup, tetapi ternyata tidak semudah itu. Perusahaan tetap bertanya pengalaman yang pernah Anda kerjakan sebelumnya. Jadi, meskipun gelar Anda mungkin menjadi tiket untuk mengikuti proses rekrutmen, tetap saja pengalaman adalah hal yang penting untuk dimiliki, baik itu melalui latihan secara mandiri, pengerjaan proyek, magang, maupun hal lainnya. - Perusahaan Menghargai Soft Skills
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memikirkan hard skill, yaitu keterampilan khusus pekerjaan yang diperoleh melalui pendidikan, sertifikasi, atau program pelatihan. Namun, ternyata sebagian perusahaan lebih menghargai seseorang yang memiliki soft skill, yaitu kemampuan yang dibutuhkan karyawan untuk berhasil dalam pekerjaan mereka dan tidak bisa didapatkan dari bangku perkuliahan. Contoh soft skill termasuk komunikasi, kerja sama tim, problem solving, dan critical thinking.
Keterampilan soft skill memungkinkan karyawan untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain dan menavigasi tantangan pada lingkungan kerja. Ketika perusahaan menghadapi masalah kompleks, mereka akan lebih mencari karyawan yang memiliki soft skill yang baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hard skill dan soft skill sangat dibutuhkan di era teknologi saat ini.
Setelah membahas CV, portofolio, kemudian pengetahuan terkait kemampuan dan gelar, materi terakhir adalah persiapan wawancara pekerjaan yang sekaligus dapat Anda praktikkan secara mandiri untuk menghadapi pertanyaan perekrut. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung simak materinya di bawah ini.
Persiapan Wawancara Pekerjaan
Tentunya, setelah kita apply sebuah pekerjaan dan masuk ke tahap wawancara, tidak dapat dipungkiri pasti sangat grogi saat pertama kali menghadapinya. Oleh karena itu, persiapan adalah hal yang wajib agar ketika mendapatkan pertanyaan dari perekrut, Anda bisa menjawabnya dengan baik.
Perlu Anda ketahui di awal bahwa sebagian perusahaan terkadang membagi wawancara menjadi beberapa bagian, di antaranya adalah wawancara HR dan wawancara user. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh perekrut pada wawancara HR dan wawancara user, serta tips untuk Anda menjawab pertanyaan tersebut.
- “Coba perkenalkan diri Anda”
Saat Anda melakukan perkenalan diri, ada beberapa hal yang harus dilakukan.- Salam hangat dan sapa perekrut yang ada di dalam pertemuan tersebut (apabila lebih dari satu sebutkan satu per satu).
- Bercerita tentang pribadi dan data diri Anda secara singkat dan jelas.
- Ceritakan tentang pekerjaan dan job desk sebelumnya.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda hindari ketika memperkenalkan diri.- Menyampaikan data pribadi terlalu detail dan bertele-tele.
- Jangan menceritakan hobi. Ini akan menjadi pembukaan saja sehingga tidak perlu lengkap dalam menjelaskan diri di awal pertanyaan.
Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
- “Sebutkan kelebihan dan kekurangan diri Anda”
Saat Anda menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan hal-hal di bawah ini agar jawaban terdengar lebih menarik.- Ceritakan kelebihan Anda yang relate dengan requirement pekerjaan tersebut.
- Ceritakan kekurangan Anda dan solusi ketika Anda memiliki kekurangan tersebut.
Hal yang perlu Anda hindari ketika menceritakan kekurangan diri Anda adalah menceritakan kekurangan tanpa memiliki solusi untuk menanganinya.
Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
- “Mengapa Anda melamar posisi ini?”Saat Anda menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan hal-hal di bawah ini agar jawaban Anda terdengar logis:
- Apabila Anda memiliki latar belakang pendidikan yang linear dengan pekerjaan yang dilamar, maka Anda dapat menceritakan latar belakang pendidikan terlebih dahulu.
- Namun, apabila pendidikan Anda tidak linear dengan pekerjaan yang Anda lamar, tetapi Anda memiliki pengalaman sebelumnya, maka ceritakan pengalaman tersebut.
- Ceritakan dampak positif yang akan Anda dapatkan dari posisi yang dilamar tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu Anda hindari, yaitu:- Memberikan alasan yang tidak logis, contohnya karena gaji semata.
- Tidak menceritakan dampak positif yang akan didapatkan dari posisi yang dilamar, baik untuk diri sendiri maupun perusahaan.
Berikut merupakan contoh jawaban untuk Anda yang memiliki jurusan linear dengan posisi yang dilamar.
- URL Link: Video
- Berikut merupakan contoh jawaban untuk Anda yang memiliki jurusan tidak linear dengan posisi yang dilamar.
- “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?”
Sering kali pertanyaan ini keluar sehingga Anda perlu mengetahui seluk beluk perusahaan untuk meyakinkan bahwa Anda memang serius untuk bergabung di perusahaan tersebut.
Berikut merupakan hal yang harus Anda persiapkan apabila mendapatkan pertanyaan di atas.- Mencari tahu bidang yang digeluti perusahaan tersebut.
- Ketahui struktur organisasi, setidaknya pimpinan direksi perusahaan tersebut.
- Apabila memungkinkan, cari tahu budaya perusahaan tersebut.
Hal yang perlu dihindari ketika Anda mendapatkan pertanyaan tersebut adalah hanya satu, yaitu jangan sampai Anda tidak mencari tahu terkait informasi perusahaan tersebut sebelum wawancara karena dapat mengurangi nilai keseriusan Anda di mata perekrut.
Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
- “Apa rencanamu dalam 3-5 tahun ke depan?”
Nah, apa pun jenis posisi yang dilamar, kemungkinan besar pertanyaan tersebut akan muncul. Berikut merupakan hal yang harus Anda persiapkan apabila mendapatkan pertanyaan di atas. Anda bisa menjawabnya dengan rencana yang realistis seperti menggapai tujuan, minat, dan rencana karier.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Anda hindari.- Memberikan alasan yang tidak logis, contohnya karena gaji semata.
- Tidak menceritakan dampak positif yang akan didapatkan baik untuk diri sendiri maupun perusahaan.
Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
- “Berapa ekspektasi gaji yang Anda harapkan?”
Bahasan soal gaji memang selalu menarik. Oleh karena itu, saat pertanyaan wawancara ini diajukan, cobalah untuk menjawabnya dengan bijak.
Berikut merupakan hal yang harus Anda persiapkan apabila mendapatkan pertanyaan di atas.- Riset terlebih dahulu standar salary perusahaan tersebut.
- Riset rata-rata gaji pada posisi yang Anda lamar.
- Perhitungkan dengan skill dan pengalaman kerja Anda sebelumnya.
Ada beberapa hal yang perlu Anda hindari seperti berikut.- Hindari menjawab “terserah” tanpa meriset kebutuhan.
- Hindari tanpa meriset rata-rata salary daerah dan perusahaan tersebut.
Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
- “Apakah ada pertanyaan?”
Pertanyaan tersebut sudah dapat dipastikan bahwa Anda akan mendapatkannya. Anda tidak dapat memprediksi seberapa sering pertanyaan tersebut ditanyakan, bisa jadi di tengah atau di akhir sesi wawancara. Hal tersebut karena perekrut ingin melihat antusiasme Anda dalam wawancara dan melihat keseriusan Anda untuk bergabung ke dalam perusahaan.
Berikut merupakan hal yang bisa Anda tanyakan kembali ketika mendapatkan pertanyaan di atas.- Terkait budaya perusahaan tersebut;
- Benefit yang bisa didapatkan;
- Tunjangan yang bisa didapatkan;
- dan lain sebagainya.
Hal yang perlu Anda hindari ketika mendapatkan pertanyaan di atas adalah usahakan jangan sampai tidak bertanya karena bisa jadi nilai Anda berkurang dimata perekrut karena terlihat kurang serius dalam bergabung dengan perusahaan.
Perhatikan video di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
- “Mengapa kami harus menerima Anda?”
Pertanyaan tersebut biasanya merupakan penekanan terakhir dari perekrut. Maka dari itu, Anda perlu meyakinkan para perekrut bahwa Anda memang layak untuk dapat bergabung di perusahaan tersebut. Anda perlu meyakinkan bahwa kelebihan dan potensi yang Anda miliki dapat berkontribusi positif ke perusahaan.
Perhatikan gambar di bawah ini untuk contoh yang lebih jelas.
Rangkuman Mulailah Mencari Peluang: Eksplorasi Hingga Membuat Portofolio
Dilansir dari LinkedIn Jobs on the Rise 2023 berikut merupakan tiga pekerjaan yang paling diminati.
- Content Planner. Merencanakan konten, bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengelola konten secara keseluruhan, sesuai dengan strategi pemasaran yang ditentukan.
- Keterampilan: Copywriting, Content Strategi, Social Media Marketing.
- Tingkat pendidikan: 85.11 % untuk sarjana dan 10.64% gelar master.
- Data Science Specialist. Mengumpulkan dan menganalisis data dalam jumlah besar, lalu mengubahnya menjadi wawasan yang berguna untuk keputusan bisnis.
- Keterampilan: Data science, python (bahasa pemrograman), machine learning
- Tingkat pendidikan: 77.63% untuk sarjana dan 15.79% gelar master.
- Talent Acquisition Specialist. Spesialis akuisisi bakat bertanggung jawab untuk mencari, mengidentifikasi, dan merekrut karyawan baru sesuai peran dan kebutuhan bisnis.
- Keterampilan: Perekrutan, wawancara, employer branding.
- Tingkat pendidikan: 85.71% untuk sarjana dan 9.52 gelar master.
Deskripsi
Kondisi
Analis Data
Data Analyst bertanggung jawab untuk mengambil kesimpulan serta melakukan visualisasinya.
Profesi ini mengharuskan seseorang untuk bisa berhadapan langsung dengan banyak data.
Selain itu, seorang data analyst juga dituntut dapat mencari berbagai insight untuk memajukan bisnis maupun perusahaan.
Memiliki skill excel, Google Analytics, SQL, Tableau.
Ilmuwan Data
Data Scientist bertanggung jawab untuk menganalisis dan menafsirkan berbagai kumpulan data dalam jumlah besar atau kompleks. Hal tersebut dimulai dari pengumpulan, pengolahan serta analisis dalam jumlah besar.
Tidak jarang seorang Data Scientist perlu membuat model machine learning untuk menyelesaikan permasalah bisnis.
C/C++, Python, Perl, Java serta SQL.
Insinyur Data
Data Engineer bertanggung jawab dalam pembuatan desain arsitektur manajemen serta memelihara atau memonitor berbagai infrastruktur data yang ada di sebuah perusahaan. Selain itu, ia juga bertugas memastikan keakuratan dan fleksibilitas data yang telah didapatkan melalui berbagai sumber.
Menguasai SQL, Warehouse, Data lake, alat ETL.
Di bawah ini merupakan beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan apabila menyertakan portofolio Anda pada CV (Curriculum Vitae).
- Menunjukan kredibilitas diri Anda
Seperti yang telah disebutkan bahwa portofolio adalah rangkuman atau kumpulan hasil karya maka dengan menyertakannya pada CV, Anda akan menunjukkan kredibilitas diri kepada para perekrut bahwa Anda memiliki kualitas yang mumpuni.
- Bukti hasil kerja Anda
Selain untuk menunjukkan kredibilitas, portofolio juga sebuah bukti hasil kerja Anda. Semua hasil karya Anda dapat disertakan di dalam portofolio, asalkan Anda dapat mempertanggungjawabkannya.
- Membuka kemungkinan mendapatkan banyak klien
Biasanya, untuk meyakinkan klien akan etos kerja kita, mereka akan meminta portofolio Anda. Apabila portofolio tersebut cocok dengan kategori atau requirement yang diinginkan klien, kemungkinan portofolio Anda akan mendapatkan banyak klien.
- Anti-mainstream
Nah, salah satu cara agar perekrut tertarik dan mudah mengingat Anda adalah menjadi yang anti-mainstream . Salah satu upaya agar menjadi seseorang yang anti-mainstream adalah memiliki portofolio yang menarik. Sebenarnya portofolio dalam bentuk word atau slide sebetulnya sudah cukup, hanya saja jika ingin lebih dilihat memiliki usaha yang besar, maka Anda dapat membuat portofolio berbasis website (yang akan dijelaskan pada submodul berikutnya).
Adapun contoh portofolio lain yang dapat Anda simak dari bidang lain selain ilmu data , diantaranya
- Data Analysis
Agar memiliki sedikit gambaran terkait portofolio data analysis, berikut merupakan website yang dapat Anda eksplor untuk mengetahui bentuk portofolio data analysis.
Portofolio Claudia Ten Hoope
Atau Anda dapat mengeksplorasi portofolio analisis data dari medium Data Science Indonesia seperti yang dijelaskan di bawah ini.
Dari kedua website di atas, Anda akan melihat cara penulis mulai dari membuat latar belakang analisis tersebut, kemudian sumber-sumber yang digunakan, cara menganalisis, hingga sebuah kesimpulan. Dari contoh-contoh di atas, Anda akan mendapatkan sebuah wawasan yang dapat digunakan dalam menyusun portofolio nantinya.
- Rekayasa Data
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa jenis-jenis portofolio bisa berbeda-beda tergantung bidang yang Anda geluti. Pada video yang tertera pada media tersebut menunjukkan cara membuat portofolio data engineering yang dikemas secara menarik oleh Luis Proc .
Video tersebut menjelaskan cara membuat proyek data engineering dengan studi kasus YouTube Data Analysis. Mulai dari pra-proses hingga hasil akhir membuat dashboard. Apabila Anda tertarik untuk mengeksplorasi teknik data lebih lanjut telah banyak sumber yang dapat Anda pelajari mulai dari Google, Youtube, Medium, hingga Twitter menyediakan berbagai macam informasiyang bermanfaat.
- Get link
- X
- Other Apps







Comments
Post a Comment