Competitive Audit
Competitive Audit
Mari kita mulai dari salah satu proses yang sangat berguna pada tahap Ideation, yaitu Competitive Audit. Competitive Audit adalah sebuah gambaran untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kompetitor.
Tipe Kompetitor
Ada dua tipe kompetitor yang perlu Anda tahu:
• Kompetitor langsung, yakni perusahaan yang memiliki produk dan audiens yang mirip dengan Anda. Contohnya adalah perusahaan yang sama-sama menjual produk kopi kekinian untuk anak muda.
• Kompetitor tidak langsung, yakni perusahaan yang memiliki produk yang mirip, tetapi target audiensnya berbeda. Contohnya adalah perusahaan yang menjual makanan dan minuman. Perusahaan tersebut memiliki target yang lebih luas karena tidak hanya menjual kopi saja.
Manfaat Competitive Audit
Mengapa membuat Competitive Audit ini sangat penting? Alasannya adalah karena Anda dapat mengetahui hal-hal berikut:
• Memahami produk yang sudah ada di pasar dan posisi mereka.
• Memahami kekurangan kompetitor dan menjadikannya sebagai pelajaran supaya tidak terjadi pada produk Anda.
• Memahami kebutuhan user yang tidak terpenuhi pada produk lain.
• Memahami kelebihan dari masing-masing kompetitor dan mengombinasikannya sebagai inspirasi untuk produk Anda.
• Menentukan posisi Anda pada pasar dengan menciptakan nilai yang unik.
Dengan mengetahui manfaat ini, Anda dapat mendesain fitur yang menurut Anda vital pada suatu produk. Anda juga dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang belum terpenuhi pada produk kompetitor. Selain itu, Anda dapat mempelajari mengapa suatu fitur bisa berhasil atau tidak. Dengan adanya seluruh informasi ini, tentu Anda dapat menghemat waktu, uang, dan energi dalam membangun produk.
Batasan Competitive Audit
Anda telah mengetahui manfaat dari Competitive Audit, tetapi di balik manfaatnya, ada juga batasannya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
• Melumpuhkan kreativitas. Jika Anda terlalu fokus dengan apa yang dilakukan kompetitor, Anda jadi lupa berinovasi. Jadi, gunakanlah Competitive Audit hanya sebagai titik awal untuk maju dan berkreasi.
• Tergantung seberapa dalam menafsirkan data. Jika Anda tidak terlalu mahir dalam menganalisis data, bekerja samalah dengan tim supaya lebih banyak kepala yang berpikir.
• Fitur yang berguna di kompetitor belum tentu cocok dengan produk Anda, apalagi jika memiliki target pengguna yang berbeda.
• Jangan lakukan Competitive Audit sekali saja. Bisa saja di kemudian hari kompetitor telah melakukan improvisasi atau bahkan ada kompetitor baru. Untuk itu, lakukan Competitive Audit secara berkala.
Sekarang Anda telah mengetahui mengapa perlu melakukan Competitive Audit dan beberapa batasannya. Nah, pada materi selanjutnya kita akan belajar membuat Competitive Audit langkah demi langkah. Yuk kita lanjut!
Latihan Membuat Competitive Audit
Pada latihan kali ini, Anda akan membuat sebuah Competitive Audit untuk produk aplikasi pemesanan kopi. Untuk mempermudah, kami telah menyediakan template yang bisa Anda gunakan untuk membuat Competitive Audit. Anda dapat membukanya pada tautan berikut:
• Competitive Audit Template
Catatan:
File tersebut bersifat read-only (melihat saja). Untuk menggunakannya, Anda cukup klik File > Buat Salinan > Seluruh Presentasi. Setelah tersalin, Anda dapat mengubah teks yang ada di dalamnya.
Baik, sekarang saatnya mengisi data pada berkas tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Tetapkan tujuan dari analisis ini, apakah ada fitur spesifik yang ingin dibandingkan atau hanya menganalisis pengalaman secara umum?
2. Cari kompetitor yang sudah bermain pada produk ini. Anda dapat mencarinya dengan mudah melalui search engine Google atau melihat aplikasi terpopuler di Play Store.
3. Isi informasi umum kompetitor, seperti jenis kompetitor, produk yang ditawarkan, alamat playstore, rating, total download, target pengguna, dan unique value proposition. Anda dapat mengetahui informasi tersebut dengan mencarinya di Play Store dan mesin pencari Google.
4. Pada bagian selanjutnya, Anda harus mencoba produk dari masing-masing kompetitor secara langsung. Bagaimanakah kesan awal Anda ketika menggunakan produk tersebut? Sebutkan perasaan Anda pada bagian First Impression. Pada kolom ini jangan terlalu fokus dengan fitur spesifik-nya ya, cukup impresi Anda secara umum.
5. Kemudian, cobalah untuk melakukan simulasi pemesanan kopi dari awal sampai akhir. Catatlah baik-baik bagian kelebihan dan kekurangan pada setiap prosesnya berdasarkan kategori berikut:
o Fitur : Seberapa lengkap fitur yang membantu Anda dalam melakukan pemesanan.
o Aksesibilitas : Apakah desain sudah cukup inklusif dan memperhatikan kebutuhan pengguna yang beragam?
o User flow : Bagaimana alur pemesanan dari awal sampai akhir? Apakah Anda merasa kebingungan?
o Navigasi : Apakah navigasi dari menu utama sudah cukup jelas?
6. Perhatikan desain visual dan konten secara keseluruhan. Apakah desain sudah konsisten pada setiap halaman, baik dari segi warna, font, icon, maupun ilustrasi. Kemudian, apakah gaya bahasa yang digunakan sesuai dengan target pasar kompetitor? Terakhir, apakah tulisan pada konten sudah cukup menjelaskan isi yang di dalamnya atau tidak.
Berikut ini adalah contoh hasil jadi dari Competitive Audit:
• Competitive Audit Kedai kopi
Sudah paham? Nah, sekarang adalah giliran Anda untuk membuat Competitive Audit Anda sendiri berdasarkan studi kasus yang sudah dipilih sebelumnya. Selamat berlatih ya! Jangan lupa untuk menyimpan berkas Anda dalam satu tempat supaya mudah untuk menemukannya kembali.
Anda telah membuat sebuah Competitive Audit. Data ini akan membantu Anda dalam melakukan brainstorming ke depan. Sebagai contoh, jika Anda menemukan masalah pada produk kompetitor, cobalah cari solusinya sehingga nantinya ini akan menjadi nilai lebih pada produk Anda. Keren!
Brainstorming dengan How Might We (HMW)
Kita telah mengetahui bahwa mengeksplorasi banyak ide adalah hal yang penting sebelum menetapkan sebuah solusi. Nah, untuk mendapatkan banyak ide tersebut, kita akan melakukan brainstorming. Brainstorming adalah metode untuk menemukan ide-ide baru sebagai solusi suatu masalah yang didasarkan pada spontanitas dan kreativitas.
Pada materi kali ini, kita akan mencoba brainstorming dengan metode How Might We (HMW). HMW adalah sebuah teknik untuk mengubah masalah menjadi solusi dengan mengajukan pertanyaan “Kira-kira bagaimana kita bisa …”. Pertanyaan ini akan membuka beberapa kemungkinan awal untuk memicu otak kita menghasilkan ide-ide kreatif yang lebih banyak.
Perlu diketahui juga bahwa setiap kata dari HMW memiliki arti, yaitu:
• How : Menunjukkan bahwa kita belum tahu jawabannya, maka kita perlu memikirkan berbagai upaya, bukan hanya langsung mengeksekusi berdasarkan apa yang kita pikirkan sekilas sebagai solusi.
• Might : Menunjukkan bahwa kita memikirkan berbagai macam ide yang mungkin bisa dilakukan daripada hanya satu ide saja.
• We : Menunjukkan bahwa kita perlu berkolaborasi dan kerja sama tim untuk menemukan ide.
Anda juga perlu memperhatikan bahwa sebuah pertanyaan HMW sebaiknya tidak terlalu luas, tetapi juga tidak terlalu sempit. Jadi, pertanyaan HMW harus spesifik dalam menggambarkan kebutuhan pengguna, tetapi masih memiliki ruang untuk inovasi. Supaya lebih mudah, mari kita coba dengan sebuah Problem Statement berikut:
“Dico adalah seorang pecinta kopi yang membutuhkan aplikasi pemesanan kopi yang mudah karena ia ingin mendapatkan kopi nikmat sesuai selera yang diinginkan.”
Jika Anda menuliskan pertanyaan HMW seperti berikut:
“HMW mendesain aplikasi pemesanan yang mudah digunakan?”
Maka ini terlalu luas dan tidak menggambarkan kebutuhan spesifik pengguna.
Kemudian, jika Anda menuliskan pertanyaan HMW seperti berikut:
“HMW mendesain menu dropdown untuk mengatur kustomisasi kopi dengan mudah?”
Maka ini terlalu sempit sehingga solusi yang didapatkan sedikit.
Lalu, inilah contoh pertanyaaan HMW yang tepat:
“HMW mendesain fitur untuk mengatur kustomisasi kopi dengan mudah?”
Pertanyaan ini sudah menyebutkan kebutuhan spesifik pengguna, tetapi masih ada ruang untuk inovasi. Dengan pertanyaan yang tepat seperti ini, Anda akan memikirkan berbagai macam solusi seperti berikut:
• Membuat menu dropdown untuk kustomisasi.
• Membuat menu radio button untuk kustomisasi.
• Membuat menu pop up untuk kustomisasi.
• Membuat checkbox khusus untuk topping kopi, karena bisa lebih dari satu.
Supaya lebih paham, lihatlah beberapa tips untuk membuat HMW dari Design School di Universitas Stanford ini:
• Utamakan pada hal yang baik, dan tepiskan yang buruk.
• Pikirkan kebalikannya.
• Ubah status quo (kebiasaan).
• Pecah satu tantangan yang besar menjadi bagian-bagian kecil.
Di luar itu, tentu dengan berlatih berkali-kali akan mengasah kemampuan Anda untuk membuat pertanyaan HMW yang baik. Jadi, selamat berlatih ya!.
Brainstorming dengan Crazy Eight
Selain membuat pertanyaan seperti materi sebelumnya, Anda juga dapat melakukan brainstorming dengan menggambar sketsa solusi untuk masalah pengguna. Salah satu metode yang terkenal dan sangat berguna dalam hal ini adalah Crazy Eight.
Sebelum melangkah lebih jauh, mungkin beberapa dari Anda sangat senang dengan menggambar. Namun, sebagian yang lain merasa tidak percaya diri ketika diminta menggambar. Kabar baiknya, dalam membuat sketsa, Anda tidak harus menggambar dengan bagus. Sketsa yang Anda buat pun tidak perlu terlalu detail, cukup sederhana saja karena yang paling penting adalah konteksnya. Jadi, jangan takut ya!
Anda mungkin dapat menggambar ini melalui komputer. Namun, perlu diketahui bahwa pada tahap ideation ini kita ingin mendapatkan banyak ide sebanyak-banyaknya dengan cepat. Jika menggunakan komputer, mungkin Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama sehingga bisa menyebabkan ide hilang begitu saja. Tentu Anda tidak mau, kan? Untuk itulah kita menggunakan kertas supaya dapat menumpahkan ide pada gambar dengan cepat. Selain itu, hasil ide Anda akan tersimpan dalam kertas tersebut jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Nah, sekarang kita kembali ke metode Crazy Eight. Crazy Eight adalah metode untuk mengeksplorasi ide dengan membuat 8 sketsa dalam 8 menit. Hanya dalam waktu yang singkat, Anda akan mendapatkan banyak ide. Selain itu, Anda akan dapat membandingkan berbagai macam ide dengan mudah karena kita hanya membutuhkan satu kertas saja. Menarik, bukan?
Lalu bagaimana caranya? Mari kita simak langkah-langkahnya berikut ini:
1. Siapkan satu kertas besar (bisa berukuran A4 atau lebih).
2. Kemudian, lipat kertas menjadi dua, lalu lipat lagi menjadi dua, dan terakhir lipat lagi menjadi dua. Ketika Anda buka lipatan tersebut, akan terbentuk 8 bagian yang sama. Setiap bagian ini akan berisi satu ide sketsa.
3. Untuk alat menggambar, Anda bisa menggunakan marker, pen, atau pensil.
4. Tentukan waktu di timer selama 8 menit. Anda bisa menggunakan timer di handphone, jam, ataupun mengetik “8 minute timer” di Google Search. Anda akan membutuhkan waktu 1 menit untuk setiap ide.
5. Lihat kembali Problem Statement yang ingin diselesaikan.
6. Jalankan timer dan mulailah untuk menuangkan ide dalam sketsa solusi. Setelah satu menit, silakan pindah ke bagian yang lain untuk ide selanjutnya. Begitu seterusnya sampai 8 bagian terpenuhi dan waktu habis.
Supaya Anda mendapatkan gambaran, berikut ini adalah contoh hasil Crazy Eight dengan Problem Statement berikut:
“Dico adalah seorang pecinta kopi yang membutuhkan aplikasi pemesanan kopi yang mudah karena ia ingin mendapatkan kopi nikmat sesuai selera yang diinginkan.”
Nah, sekarang waktunya Anda yang praktik. Silakan persiapkan bahan di atas dan buat Crazy Eight untuk Problem Statement dari studi kasus yang Anda pilih. Biarkan kreativitas Anda mengalir tanpa langsung menilainya supaya muncul ide-ide yang luar biasa. Selamat mencoba!
Setelah Anda mencoba Crazy Eight pertama Anda, selamat ya! Bagaimana rasanya? Cukup menarik, kan? Langkah selanjutnya yaitu berikan penjelasan setidaknya 3 ide supaya orang lain mengetahui konteksnya. Kemudian, foto hasil sketsa Anda dan bagikan ke teman atau tim untuk mendapatkan feedback terkait ide tersebut. Jika masih merasa kurang puas, Anda dapat mengulangi lagi proses ini untuk mendapatkan ide solusi yang lebih baik.
Anda juga dapat melakukan ini bersama-sama. Kemudian setelah usai, pilih dua atau tiga sketsa dan ceritakan ide Anda. Anda juga dapat melakukan voting untuk menentukan ide mana yang terbaik. .
Tips dan Trik dalam Merancang Desain Produk
Anda telah berada di akhir bab. Sebelum lanjut ke bab selanjutnya, kami akan memberikan kepada Anda tips dan trik seputar materi yang sedang dijelaskan. Pada materi ini kami akan memberikan tips dan trik dalam merancang desain produk.
Memikirkan Edge Case
Dalam membuat desain produk, biasanya kita sudah mendefinisikan happy path, yakni skenario ketika pengguna berhasil mencapai tujuan dengan lancar sesuai dengan ekspektasi. Anda sudah melakukannya dengan membuat User Journey Map. Namun, perlu diketahui bahwa ada skenario lain yang juga perlu perhatikan, yaitu skenario Edge Case. Edge Case adalah kejadian yang jarang terjadi pada suatu alur, tetapi bisa membuat pengguna mengalami frustasi.
Misalnya, pada sebuah form pendaftaran akun, ketika data dikirimkan tiba-tiba muncul notifikasi error dan semua data direset. Masalahnya adalah tidak ada pesan yang menunjukkan kesalahannya di mana. Pengguna yang tidak tahu salahnya terkadang harus mengulang dan menulis kembali data beberapa kali. Setelah berhasil, ia baru sadar kalau ternyata format tanggal yang diberikan berbeda dengan yang diinginkan sistem.
Selain dalam hal teknis seperti di atas, ada juga Edge Case yang bersifat nonteknis, contohnya pada foto profil sebuah sosial media. Orang dapat sembarangan mengunggah foto yang bersifat ofensif atau tidak senonoh. Hal ini tentu tidak diinginkan oleh pengguna lain dan pemilik aplikasi. Namun, nyatanya hal itu bisa terjadi, itulah yang disebut dengan Edge Case.
Dari sini kita tahu bahwa memperhatikan Edge Case adalah hal yang penting untuk memastikan pengguna selalu di jalur happy path-nya.
Memikirkan Faktor Manusia dan Psikologi
Apabila Anda memikirkan faktor manusia dan psikologi, desain Anda akan sangat bermanfaat untuk pengguna.
Berikut ini adalah beberapa faktor manusia yang memengaruhi desain:
• Tidak sabar
• Memori terbatas
• Mudah terganggu
Jadi, akan lebih baik jika Anda memberikan rekomendasi atau menu yang dapat diakses dengan cepat pada produk Anda. Bahkan, Anda juga bisa memanfaatkan notifikasi untuk mengingatkan pengguna membuka aplikasi kembali.
Perlu diketahui juga bahwa pengguna bukanlah robot. Jadi, akan sangat menyenangkan apabila Anda menggunakan kata-kata yang manusiawi dan bersahabat. Sebagai contoh pada sebuah aplikasi pengiriman, simaklah kedua kalimat berikut ini:
• Pilihan bagus! Barang kamu akan sampai di depan pintumu dalam 5 hari.
• Barang telah dikirim. Estimasi tiba 5-7 hari.
Anda tentu bisa membedakan mana kalimat yang lebih bersahabat, kan? Yakni, kalimat pertama. Dengan membuat gaya bahasa yang lebih bersahabat, pengguna akan merasa dekat dengan produk kita. Karena itulah menentukan nada dan gaya bahasa juga penting dalam merancang produk.
Selain itu, Anda juga bisa memperhatikan faktor psikologi seperti berikut:
• Von Restorff Effect : Ketika ada beberapa objek yang mirip, dan terdapat satu yang berbeda, maka kemungkinan akan lebih mudah diingat. Contohnya yaitu dengan memberikan warna Call-to-action (CTA) yang kontras supaya orang mau memilih tombol tersebut.
• Serial Position Effect : Ketika orang diberikan banyak list, ia akan cenderung mengingat yang paling awal dan akhir saja. Itulah mengapa kebanyakan CTA diletakkan di awal dan akhir website.
• Hick’s Law : Semakin banyak opsi yang diberikan, semakin lama pengguna menentukan keputusan. Jadi, buatlah pilihan sedikit saja, misal dalam pemilihan paket langganan.
Menentukan Value Proposition
Value proposition adalah nilai esensial pada suatu produk yang menjadi alasan mengapa pengguna memilih dan memakai produk Anda. Dengan memiliki value proposition yang baik, orang akan mudah mengingat produk Anda.
Sebagai contohnya adalah Gmail. Ketika Google memulai debutnya dengan Gmail pada tahun 2004, mereka memasuki pasar layanan email gratis yang sudah ramai. Gmail menawarkan fitur sebagai berikut:
• Mengirim dan menerima email secara gratis.
• Pengurutan dan pencarian email dengan mudah.
• Penyaringan spam.
• Tampilan percakapan email.
• Penyimpanan 1 GB.
Dua fitur terakhir merupakan fitur unik yang tidak dimiliki oleh kompetitor. Itulah value proposition dari Gmail, yakni kemudahan dalam membaca balasan email dan penyimpanan yang besar.
Lalu bagaimana cara untuk menentukan value proposition dari produk Anda? Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Deskripsikan fitur produk Anda dan manfaatnya.
2. Eliminasi fitur yang bukan merupakan fitur utama.
3. Pilih fitur yang penting dan benar-benar dibutuhkan pengguna.
4. Lihat fitur yang tidak dimiliki oleh kompetitor..
Bersambung ke:
Rangkuman dari Empathize, Define, & Ideate
Comments
Post a Comment